Menjelang Perayaan Sinode VI [36]

Pengantar

Uskup Agung Medan hadir dalam rapat ke-10 Panitia Persiapan Sinode VI (PPS), 22 April 2016, di gedung Catholic Center, Medan, dan memberi arahan untuk pelaksanaan Sinode.  Beliau menandaskan bahwa program utama Sinode VI adalah pastoral keluarga, yang kiranya akan diperoleh lewat pembahasan, pendalaman, dan refeksi atas tema “Keluarga Katolik sebagai Gereja Kecil.” Pembahasan tema ini menekankan peran dan fungsi orangtua dalam keluarga Katolik, yakni sebagai guru, imam, dan gembala. Uskup juga menerima temuan penelitian dan jajak pendapat sebagai dasar untuk penyusunan garis-garis besar atau topik-topik bahasan Sinode VI.

Pertemuan III Anggota Sinode VI dan Hasilnya

Keadaan keluarga Katolik di KAMyang merupakan hasil penelitian keluarga dan jajak pendapat yang dilaksanakan oleh PPS merupakan salah satu sumber bahan diskusi Sinode VI. Hasil itu didalami dalam pertemuan ke-3 para anggota Sinode dengan panduan tim PPS. Baca Selengkapnya

Keuskupan Agung Medan Merayakan Sinode VI [35]

Keluarga Katolik sebagai Gereja Kecil

“Sinode keuskupan ialah himpunan imam-imam dan orang-orang beriman kristiani yang terpilih dari Gereja partikular, untuk membantu Uskup diosesan demi kesejahteraan komunitas diosesan” (KHK, kanon 460).

Latarbelakang

Perhatian dan kepedulian Keuskupan Agung Medan terhadap pastoral keluarga dari waktu ke waktu meningkat. Pada tahun 1993, Uskup Agung Medan Mgr. A G Pius Datubara OFMCap menerbitkan Surat Gembala bertema Meningkatkan Mutu Hidup Keluarga Kita. Sesudah itu, tahun 1994 ditetapkan sebagai “Tahun Keluarga di KAM”.

Untuk mengadakan refleksi dan pendalaman atas masalah-masalah mendasar sehubungan dengan hidup keluarga, Mgr. Pius memanggil Sinode IV (sampai saat itu disebut Rapat Diosesan) pada 24-27 Oktober 1996 dengan tema Keluarga Katolik Menyongsong Tahun 2000. Dalam Sinode ini para anggota mendalami secara khusus dokumen Familiaris Consortio, Anjuran Apostolik Paus Yohanes Paulus II tentang “Peranan Keluarga dalam Dunia Modern”.  Salah satu tindaklanjut Sinode itu adalah pendirian Komisi Keluarga KAM.

Dua belas tahun kemudian, Mgr. Pius kembali memanggil Sinode V, dilangsungkan pada 1-5 Desember 2008, yang salah satu topiknya adalah Pembinaan Keluarga Katolik. Baca Selengkapnya

Menyusun “Lineamenta” [34]

Memasuki bulan ke-10 perjalanan Sinode VI Keuskupan Agung Medan, Panitia Persiapan Sinode (PPS) ini bekerja merumuskan garis-garis besar pembahasan Sinode yang biasa disebut Lineamenta. Titik tolak perumusannya adalah hasil penelitian dan hasil jajak pendapat anggota Sinode VI. Selain itu sumber penting untuk penyusunan Lineamenta adalah arahan Uskup Agung Medan, Mgr. Anicetus B Sinaga OFMCap, sehubungan dengan Keluarga Katolik sebagai Gereja Kecil, yang dimuat dalam Akta Diosesan KAM, Maret-April 2016. Dokumen-dokumen Gereja termasuk dari KAM berhubungan dengan tema Sinode VI akan juga menjadi sumber penting Lineamenta.

Sebelum Sinode VI dipromulgasikan pada 12 Juli 2015 lalu, Mgr Anicetus B Sinaga OFMCap telah menentukan bahwa pembahasan tema Keluarga Katolik sebagai Gereja Kecil didasarkan pada realita yang dialami kini oleh keluarga. Karena itu dibuat penelitian ilmiah dan juga jajak pendapat anggota Sinode. Kedua penelitian ini bertujuan untuk memperoleh keadaan riil situasi keluarga-keluarga Katolik di KAM pada saat ini. Baca Selengkapnya

Sinode VI Mahkota Pastoral Keluarga [33]

Sinode_32Dalam tiga dekade terakhir perhatian dan kepedulian Keuskupan Agung Medan (KAM) terhadap pastoral keluarga terus meningkat. Secara berkesinambungan pembaruan di bidang ini dilayani oleh dua orang Uskup. Penggembalaan dilaksanakan dalam bingkai visi-misi KAM yang menjemaat.

Tahun 1993 Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap menerbitkan Surat Gembala demi peningkatan mutu hidup keluarga. Tahun 1994 dijadikan sebagai Tahun Keluarga KAM. Uskup Pius kemudian memanggil Sinode IV (waktu itu disebut Rapat Diosesan) 24-27 Oktober 1996 bertema Keluarga Katolik Menyongsong Tahun 2000. Komisi Keluarga didirikan.

Sinode V, 1-5 Desember 2008, masih mengangkat Pembinaan Keluarga Katolik sebagai salah satu topik. Perhatian dan kepedulian Uskup Pius terhadap keluarga sungguh nyata selama 15 tahun terakhir penggembalaannya di KAM. Baca Selengkapnya

Penjelasan Logo Sinode VI KAM [32]

Synode Logo Model1AKeluarga Katolik sebagai Gereja Kecil dipanggil untuk menghayati kelima segi hidup menggereja: koinonia, kerygma, liturgia, diakonia, dan martyria. Perutusan keluarga ini selaras dengan ajaran Gereja Partikular yang berdasar pada Gereja Universal dan menjadi terang di tengah masyarakatnya. Berdasar pada iman kekatolikan, keluarga mencipta relasi intim antara ayah-ibu-anak, berelasi dengan Allah, dan berelasi dengan masyarakat sekitar. Dalam keluarga ini orangtua berperan sebagai guru, imam, dan gembala. Demikian logo mengungkapkan keluarga Katolik yang harmonis.

  1. Siluet seorang ibu dan bapak yang saling berpegang tangan melingkari empat orang anak di dalamnya, menggambarkan peran suami-istri sebagai guru, imam, dan g Ini adalah lambang kesatuan hati dan tindakan dalam memberikan pendidikan, perlindungan, perhatian, perawatan dan bimbingan kepada anak-anaknya.
  2. Kesatuan visi yang kuat dalam pembentukan iman kekristenan di tengah keluarga digambarkan melalui tangan ibu dan bapak yang secara bersama memegang dan mengangkat salib ke atas. Ini adalah lambang kasih Yesus yang hadir menaungi seisi keluarga sekaligus juga menjadi simbol tujuan utama dalam membina hidup berkeluarga yang tangguh dan berkelanjutan.

Baca Selengkapnya