Picture12
Rapat Kerja PPS

Panitia Persiapan Sinode (PPS) VI saat ini tengah memusatkan perhatian pada sosialisasi dan pendalaman butir-butir atau garis besar topik bahasan Sinode, yang kerap disebut Lineamenta. Butir-butir ini dirumuskan oleh PPS berdasarkan 3 sumber utama, yaitu hasil penelitian keluarga, jajak pendapat anggota Sinode, dan panduan Uskup Keuskupan Agung Medan sebagaimana diungkapkan dalam Akta Diosesan KAM, Maret-April 2016.

Proses penyusunan Lineamenta

Uskup Agung Medan menghendaki adanya informasi yang cukup dan analisis yang tepat tentang keadaan keluarga Katolik di keuskupan ini. PPS menindaklanjuti harapan Uskup ini dengan mengangkat satu tim peneliti dengan 8 orang anggota dan menyusun kerangka acuan penelitian keluarga. Tim kemudian merancang metode dan bentuk penelitiannya. Penelitian dilakukan di 13 paroki yang ditentukan berdasarkan pertimbangan paroki di desa, semi-kota, dan kota; penyebaran umat Katolik dengan kultur dan etnis yang berbeda, tingkat ekonomi dan pendidikan, usia, status sebagai pengurus dan anggota Gereja, dan sebagainya. Hasil penelitian ini kemudian dipadukan, diolah, dan dirumuskan dalam 6 (enam) butir keadaan keluarga Katolik di KAM.
Untuk melengkapi hasil penelitian ini, kepada para anggota Sinode, PPS melakukan jajak atau jaring pendapat mengenai keadaan keluarga Katolik. Sebelum dilaksanakan pertemuan pertama anggota Sinode, PPS meminta agar para anggota mencermati dan kemudian merumuskan 2-3 masalah pokok yang dialami oleh keluarga-keluarga Katolik di sekitar mereka, serta penyebab masalah-masalah itu. Kemudian, pada pertemuan pertama, November 2015, para anggota mendiskusikan hasil jajak pendapat itu, dan menyerahkan hasilnya kepada PPS untuk dirangkumkan. Hasil rangkuman selanjutnya dikembalikan kepada para anggota dalam pertemuan kedua, Februari 2016, untuk diperiksa, dikoreksi, dan dilengkapi lagi.Dalam pertemuan kedua ini, para anggota diminta memilih 2-3 masalah pokok yang paling menghambat perwujudan tema Sinode “Keluarga Katolik sebagai Gereja Kecil”. Pilihan para anggota ini diserahkan lagi kepada PPS yang kemudian merangkumkannya dalam 9 masalah keluarga Katolik di KAM saat ini.

Rapat ke-10 PPS di Catholic Center, Medan, mendalami hasil penelitian keluarga dan rangkuman jajak pendapat anggota Sinode. Penggabungan kedua hasil penelitian ini menghasilkan 12 butir masalah keluarga. Ke-12 butir masalah ini dipresentasikan di hadapan Uskup Agung Medan, yang menyetujuinya sebagai butir-butir bahasan Sinode. Terhadap ke-12 masalah tersebut, PPS masih harus membuat sistematisasi topik-topik, menyempurnakan dan melengkapi uraian, mempertimbangkan lagi usul anggota dalam pertemuan berikutnya, serta mencermati arahan Uskup yang disampaikan pada rapat PPS dan telah dimuat dalam Akta Diosesan, Maret-April 2016.

Pendapat anggota Sinode masih digali lagi pada pertemuan ke-3, akhir April 2016. Dari pertemuan itu, PPS mendapat usul tambahan topik, perbaikan uraian, dan proposal sementara sebagai usul solusi atas masalah-masalah keluarga. Semua masukan itu, ditampung oleh PPS dan merumuskannya dalam Draf Lineamenta Sinode VI KAM. Rumusan draf ini kemudian diajukan kepada Uskup Agung Medan, yang kemudian diterima dan ditetapkan sebagai Lineamenta Sinode VI, pada 23 Mei 2016.

Isi Lineamenta Sinode VI

Sesudah Uskup Agung Medan menetapkan Lineamenta Sinode VI, PPS segera mencetak dan menyebarkannya kepada semua anggota Sinode, semua imam, para anggota LHB, dan kalangan lainnya.  Buku Lineamenta ini memuat pada bagian pertama uraian singkat mengenai tema Sinode sebagai ideal Gereja mengenai keluarga. Kemudian uraian tentang keadaan keluarga Katolik dengan 13 masalah menjadi bagian kedua. Pada bagian ketiga dimuat proposal sementara solusi atas masalah sebagai temuan para anggota.  Bagian ketiga ini masih akan dibahas dan didalami oleh para anggota di parokinya, dan pihak-pihak  atau kalangan lain di keuskupan ini. Masukan dari pendalaman ini akan diolah oleh PPS menjadi Instrumentum Laboris Sinode.

Ke-13 butir atau topik bahasan yang sudah ditetapkan menjadi Lineamenta Sinode VI adalah: (1) Iman Katolik dalam Keluarga: Pengetahuan dan Penghayatan; (2) Pendidikan Nilai-nilai dalam Keluarga; (3) Perkawinan Katolik: Pemahaman dan Penghayatan; (4) Keluarga Katolik dalam Masyarakat Sekitarnya; (5) Kebersamaan dan Komunikasi dalam Keluarga; (6) Keluarga dalam Tantangan Perubahan Zaman; (7) Peran Orangtua dalam Keluarga; (8) Ekonomi Keluarga; (9) Keluarga Katolik dengan Budaya/Adat, dan Agama; (10) Pendampingan Anak dan Remaja; (11) Seksualitas dan Keluarga; (12) Keluarga Inti dan Keluarga Besar (13) Keluarga: Sekolah Perdana bagi Panggilan Imam dan LHB.

Sosialisasi Lineamenta

Uskup Agung Medan mengharapkan agar seluas mungkin kalangan di KAM mendalami isi Lineamenta ini. Sosialisasi dan pendalaman Lineamenta dilakukan di kalangan para iman pada kesempatan 3-4 jam terakhir Hari-hari Studi para Imam dalam tiga gelombang pertemuan pada bulan Juni 2016, di Catholic Center, Medan.  Para religius non-imam juga diundang untuk mengikuti sosialisasi dan pendalaman ini. Di PPU Pematangsiantar, 20 Juni 2016, dilangsungkan pertemuan sehari dengan para religius dengan panduan PPS. Sebanyak 69 anggota LHB ikut ambil bagian mengikuti pertemuan ini dengan antusiasme yang tinggi.  Pertemuan yang sama dilaksanakan untuk kalangan religius pada 23 Juni 2016 di gedung Catholic Center, Medan, dihadiri oleh 66 orang.

Sebagaimana diharapkan dan dikemukakan oleh PPS pada pertemuan ke-3 yang lalu, para anggota Sinode sangat diharapkan mengadakan pertemuan sosialisasi dan pendalaman Lineamenta Sinode VI di parokinya selambat-lambatnya 10 Juli 2016. PPS merasa sosialisasi terhadap anggota Sinode sudah memadai, sehingga selanjutnya para anggotalah yang mengadakan sosialisasi kepada kalangan lebih luas umat di parokinya.

Hasil pembahasan dan pendalaman Lineamenta diharapkan diberikan kepada PPS sehingga menjadi masukan berharga dan bantuan bagi penyusunan Intrumentum Laboris Sinode, yang akan dibahas lagi pada perayaan Sinode, 7-11 September 2016. Sosialisasi Lineamenta Sinode juga merupakan upaya menjadikan Sinode VI sebagai peristiwa iman yang membahana di KAM, sebagaimana diharapkan Uskup pada saat pengerahan Sinode ini pada 12 Juli 2015.